Rabu, 11 Mei 2011

JODOH

Asy Syifa' note, 110511




Entahlah, bangun tidur –tidur sore- langsung kepikiran (hal sudah kupikirkan beberapa bulan terakhir ini sebenarnya)

Kadang terbersit kekhawatiran tentang jodoh. Karena aku sekarang terlempar jauh ke ruang dan waktu yang berbeda, yang belum kutemukan teman2 yang semanhaj, juga majelis2 ilmunya. Walaupun sebenarnya berdasarkan pengamatanku di lapangan, ada orang2 yang sepertinya semanhaj senganku, hanya saja aku belum menemukan kajian2nya.

Aku khawatir apakah di kota yang disini aku merasa terasing dan tidak punya teman , aku akan menemukan orang yang semanhaj denganku yang menjadikanku teman hidupnya? Entahlah, aku merasa berada di tempat yang salah, jika masih di kota sebelumnya mungkin lebih mudah mencari sosok yang kuharapkan.

Dan satu hal lagi, sebelumnya aku tergabung dalam sebuah harakah –walaupun selama disana, pikiranku terus memberontak dari segala doktrin2nya, dan akhirnya akupun menemukan manhaj ini- kini setelah aku meninggalkan kota itu, aku benar2 bisa terlepas dari harakah itu, aku tidak lagi mengikuti kajian rutinan mereka. Tapi, beberapa bulan lalu aku sempat melamar sebagai guru di dua SDIT, yang satu aku kira tidak terbackingi oleh harakah apapun dan satunya dibackingi ex harakahku dulu. Dan baru2 ini aku dapat panggilan dari SDIT kedua, kemungkinan sih aku bisa diterima. Nah, ini dia, aku sudah berusaha lari, menjauh, tapi sepertinya aku akan kembali pada mereka –tapi hanya dalam pekerjan saja-. Namun ketika aku disana otomatis secara tidak langsung orang akan menilai aku termasuk dari mereka.
Disini Aku kembali khawatir. Khawatir orang yang semanhaj denganku mengira aku bagian dari harakah itu, dan menjadikannya tidak tertarik padaku, atau orang dari harakah itu ada yang tertarik padaku.

Kini aku hanya bisa mengiba pada Dzat Penguasa hatiku -untuk mempertemukan aku dengan lelaki yang semanhaj- tidak ada usaha yang bisa ku lakukan saat ini. Mengharap janjiNya yang pasti benar, bahwa perempuan yang baik hanya untuk laki2 yang baik pula. Yakin bahwa jodohku sudah digariskan bahkan sebelum aku dilahirkan, dan tidak mungkin tertukar. Ibarat asam di gunung, garam di laut, bertemu juga di belanga. Tidak ada yang susah jika Dia menjadikannya mudah. Tidak ada yang tidak mungkin jika Dia menjadikannya mungkin. Dan akupun menjadi lebih tenang.

Dan aku masih bermimpi bisa kembali ke kota itu, entah bagaimana caranya, menikah dengan lelaki semanhaj dikota ini, yang asli kota itu ataupun bukan, tapi akan hijrah kesana. Atau menikah dengan lelaki yang sekarang sudah tinggal disana, dan dia membawaku kesana. Semoga mimpi ini bisa kupeluk, segera.

Kini aku hanya bisa menanti keajaiban dariNya, wahai Dzat Yang Mengetahui segala isi hati.

Ya Allah kabulkanlah…..amin….
(Sungguh aku tidak ingin menikah dengan lelaki harakah dengan segala fanatismenya ataupun lelaki awam yang tidak paham agama)