Jumat, 25 Februari 2011

TAPI SAYANG...SAYANG...SAYANG...1000 KALI SAYANG

Syifa’s note: 20 februari 2011
Miris melihat mereka yang ”salah jalan”. Dan aku pun sejenak merenung.

Ada yang ikhlas dalam amal2nya, tapi menempuh cara yang salah atau memakai alat yang salah.

Ada yang begitu ikhlas dan sungguh2 dalam ibadah2nya, mulai dari ritual sampai amal2 sholeh lainnya, tapi sayang hanya 1 kesalahan yang merusak semuanya ”syirik” yang mungkin tidak mereka sadari. Dan musnahlah semua amalnya, hilang tak berbekas bagai debu ditiup angin.

Ada yang bersemangat melakukan ritual2 ibadah, namun terjerumus dalam ”ibadah2 tambahan yang dibuat2”, bid’ah. Dan ibadah tambahannya tertolak.

Ada yang terlalu ”pintar”, hingga akalnya digunakan untuk mengutak-atik agamanya, alhasil keshahihan agama n kitab sucipun dipertanyakan.

Ada yang begitu bersemangat belajar Islam, ingin menjadi muslim seutuhnya, tapi bertemu dengan ”guru” yang salah, yang malah menyeretnya ke ajaran sesat. Yang macamnya tidak sedikit

Ada yang punya cita2 sangat mulia, gugur sebagai “syuhada”, tapi sayang dia berjihad di “medan” yang tidak tepat.

Ada yang bersemangat ”bernahiy munkar”, tapi cara yang digunakan salah. Hingga menimbulkan kemunkaran lainnya. Padahal cara menghilangkan selilit –sisa makanan di gigi- yang tepat bukanlah dengan mencongkel gigi itu.

Ada juga yang bersemangat berdakwah, tapi dengan cara2 yang salah. Padahal sukses atau gagalnya dakwah tidak dilihat dari hasil (banyaknya pengikut, terkenalnya si da’i etc) tapi dari prosesnya (ikhlas berdakwah dengan cara2 yang benar menurut syariat).

Ada juga yang beramal dengan ”cara yang benar”, tapi tidak ikhlas.
Ada yang menuntut ilmu agama dan mengajarkannya tapi hanya agar mendapat julukan ”alim”

Ada yang bersedekah dengan harta yang halal dan banyak hanya supaya dipanggil si dermawan.

Ada yang gagah berani bertempur di medan perang –Jihad- hanya untuk dikenang sebagai pemberani.

Semoga kita diselamatkan dari semua ”golongan” diatas. Semoga kita diberi hidayah untuk bisa beramal dengan ikhlas dan ittiba’ –sesuai yang dicontohkan Rasul-. Ya Allah matikanlah kami dalam keadaan muslim, dengan aqidah yang bersih dari semua unsur yang bisa mengotorinya. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar