Kamis, 15 Maret 2012

Assalamu'alaikum

180112
Teringat sebuah penggalan kalimat “jika kita menyukai suatu pekerjaan, maka bekerja akan terasa bermain”. Dan kalimat ini memang benar, sebelum ini –ketika menjadi guru- aku benar2 merasa hanya sedang bermain –meskipun cukup melelahkan- dan ujung2nya aku digaji. Berbeda dengan sekarang, ketika kerjaku hanya duduk2 saja –makan gaji buta- tapi terasa sangat membosankan dan berat –karena memang ada banyak hal yang tak kusepakati-.

Setelah setengah bulanan aku di tempat kerja baru, baru kali ini aku diberi ucapan salam “assalamu’alaikum”, biasanya paling2 “selamat pagi”. Alhamdulillah, rasanya sejuk sekali dan terasa begitu berharga.

Hal2 yang membuatku tak sreg antara lain:
Bercampur dengan orang kafir yang tentunya akan menuntut lebih banyak toleransi, ucapan salam saja diganti “selamat pagi” itu contoh kecilnya. Ketika mereka merayakan hari raya mereka biasanya orang2 akan memberi ucapan selamat, walau tak betul sebenarnya. Begitupun ketika satu hari yang dirayakan oleh kebanyakan manusia di muka bumi ini –tahun baru-.

Ketika kita sebagai seorang muslim berusaha untuk istiqomah, misalnya saja tak bersalaman dengan selain mahram kemungkinan mereka akan bingung.

Ada kejadian lucu di hari pertama, seorang ibu ketika memasuki ruangan langsung menyalami semua orang disana kecuali aku, mungkin dia melihat jilbabku yang lebar, lantas dia bertanya “boleh pegang ga?” ha3. Lantas bumil di sebelahku menjelaskan “kalau perempuan boleh, kalau laki2 ga”.

Selain itu juga, ikhtilath alias campur baur yang tak mungkin terhindarkan.

Belum lagi obrolan2 diantara mereka; ada yang leluconnya berbau cabul. Bahkan yang lebih parah leluconnya mengarah kepada perkataan kekufuran, bergidik aku mendengarnya.

Full musik, mending kalau syair dan musiknya biasa, ada yang syairnya sangat2 ga bermutu, musik2 disco2 gitu, bahkan yang terparah pernah juga disetel lagu rohani orang kafir.
Juga tak lupa asap rokok, ini namanya bunuh diri ngajak2 orang lain.

Yang Muslim pun nampaknya tak ada yang sholat, karena ku lihat tempat yang digunakan untuk sholat –hanya berupa hamparan karpet di sudut belakang ruangan- nampaknya tak pernah terjamah, bahkan yang nampak nyata jumatan pun ada yang tetap ditempat tak bergeming.
Pengen keluar secepatnya ee....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar